Cara Setting Toko Online Woocommerce

Sebelumnya anda sudah belajar Cara Install Toko Online Woocommerce . Tutorial kali ini kita akan belajar melakukan setting toko online. Tujuannya adalah melakukan pengaturan awal untuk pengoperasian toko online agar toko online dapat berjalan dengan baik.

 

Pengaturan ini ada beberapa bagian yaitu pengaturan secara umum, produk, pajak (tax), metode pengiriman (shipping), metode checkout, Account, dan Email untuk Admin dan Customer. Kesalahan pada saat proses setting akan mengakibatkan toko online tidak berjalan baik dan mungkin akan timbul masalah. Oleh karena itu anda harus berhati-hati dan paham bagaimana melakukannya.

Berikut ini Setting Toko Online Woocommerce:

1. General

  • Base Location adalah lokasi tempat toko online berada. Pilih sesuai wilayah domisili toko online anda. Base location digunakan untuk perhitungan biaya pajak penjualan.
  • Selling Location adalah wilayah yang menjadi target market toko online anda. Anda bisa memilih khusus untuk wilayah negara tertentu (Sell to spesific Countries Only) atau ke semua negara (Sell to all countries)kursus toko online
  • Curency Options digunakan untuk mensetting mata uang yang digunakan dalam toko online. Untuk mata uang rupiah lakukan setting sebagai berikut: Currency: pilih mata uang Rupiah; Currency Position: pilih “Left with space“, jadi tampilannya menjadi Rp 99,00; Thousands separator: isikan tanda “titik”; Decimal separator: isikan tanda “koma” ; Number of Decimals: isikan jumlah desimal dibelakang koma rupiah.kursus toko online
  • Styles and Scripts: digunakan untuk mensetting warna tampilan frontend (page), mengaktifkan fungsi lightbox pada woocommerce dan mengaktifkan fungsi menampilkan kota jika dipilih suatu negara. Jika database sudah ada maka jika anda memilih negara tertentu maka secara otomatis akan menampilkan kota-kota dalam negara tersebut. kursus toko online

2.  Products (Penjelasan detail: Cara Setting Tampilan Produk Toko Online)

Digunakan untuk mensetting tampilan dan atribut produk yang digunakan dalam toko online. Ada 2 pilihan tab menu yaitu Products option dan Inventory. 

A. Products option

A.1. Product listings

A.1. 1. Product archieve/shop page: Menunjukkan lokasi arsip produk.

A.1.2. Shop Page Display: digunakan untuk menampilkan halaman produk. Ada 3 pilihan: Show Products: untuk menampilkan semua produk. Show subcategories: untuk menampilkan sub kategori; Show both: untuk menampilkan produk dan sub kategori.

A.1.3. Default Category Display: digunakan untuk mensetting tampilan jika menu kategori diklikAda 3 pilihan: Show Products: untuk menampilkan semua produk. Show subcategories: untuk menampilkan sub kategori; Show both: untuk menampilkan produk dan sub kategori.

A.1.4. Default Product Sorting: digunakan untuk setting default tampilan produk dengan model  pengurutan produk.  Default sorting: berdasarkan order dan nama; Popularity: berdasarkan tingkat popularitas suatu produk; Average Rating: berdasarkan tingkat rating yang diberikan pelanggan; Sort by most recent: mengurutkan berdasarkan tanggal input produk terbaru;  Sort by Price: berdasarkan harga produk

A.1.5. Add to Cart : Setting yang digunakan jika pembeli mengklik tombol Add to cart. Ada 2 pilihan:  Redirect to the cart page after successful addition: pengunjung akan diarahkan ke halaman checkout jika mereka klik tombol “add to cart”; Enable AJAX add to cart buttons on archive: digunakan untuk mengaktifkan AJAX pada tombol “Add to Cart”.

A.2. Product Data

A.2.1. Weight Unit: pilih satuan yang digunakan untuk mengukur berat produk yang dipakai dalam toko online. BIasanya dipakai Kg.

A.2.2. Dimension Unit: pilih satuan yang digunakan untuk mengukur volume produk. Biasanya dipakai cm.

A.2.3. Product Value: digunakan untuk mengukur nilai produk dengan mengaktifkan modul rating dan review produk.

A.3. Product Image Sizes

A.3.1. Catalog Images: Ukuran yang digunakan pada saat menampilkan katalog produk.

A.3.2. Single Product Image:  Ukuran yang digunakan untuk menampilkan produk tunggal

A.3.3. Product Thumbnail: Ukuran yang digunakan  untuk menampilkan produk thumbnail.

 

B. Inventory (penjelasan detail: Cara Mengelola Stok Barang pada Toko Online Woocommerce)

B.1. Inventory Options

B.1.1. Manage Stock: beri tanda checklist (v)  jika anda ingin mengaktifkan mode pengelolaan stok produk.

B.1.2. Hold Stock: digunakan untuk menjaga nilai stok jika pembeli tidak melakukan pembayaran maka dianggap pesanan batal dan stok tidak akan berkurang. isikan waktu dalam menit.

B.1.3. Notifications: digunakan untuk mengaktifasi notifikasi pemberitahuan kepada pemilik toko online jika stok habis atau suatu produk memiliki stok yang minim.

B.1.4. Notification Recipient: Isikan dengan alamat email anda. Notifikasi akan diemailkan ke alamat email yang anda isikan.

B.1.5. Low Stock Treshold: Isikan ambang batas nilai jika stok dikatakan minimal.

B.1.6. Out of Stock Treshold: Isikan nilai 0  jika stok kosong.

B.1.7. Out of Stock Visiibility: beri tanda checklist (v) untuk menyembunyikan produk jika stoknya kosong.

B.1.8. Stok Display Format: digunakan untuk mengatur tampilan sesuai status stok produk.

 

3. Tax: digunakan untuk mensetting nilai pajak yang dikenakan kepada pembeli.

4. Checkout: digunakan untuk mengatur proses checkout  (Baca detailnya:… )

5. Shipping: digunakan untuk mengaktifkan modul pengiriman barang. (Baca detailnya: …  )

6. Account: digunakan untuk mengatur akun pengguna. (Baca detailnya: ….)

7. Email: digunakan untuk mensetting email dan pengirimannya. (Baca detail: Cara Setting Pengiriman Email pada Toko Online Woocommerce )